Langsung ke konten utama

Postingan

Dari Unsur Terkecil di Tubuh Manusia, Ada Tanda Kebesaran-Nya

Kalau di logika, hidup ini hanya pengulangan. Hakikatnya berarti manusia itu mati setiap saat. Beliau melanjutkan narasinya. Suara lantang itu memecah keheningan di ruangan yang mungil.  Disusul tawa renyah kemudian. Bener nggak, Mas? Tanya beliau. Ruangan tak sunyi, kami ngobrol dengan rileks. Setiap ambil nafas misalnya, apa yang masuk dan keluar, berbeda.  Katanya sel manusia itu saling menggantikan, regenerasi. Lha kalau sel melakukan itu, pada dasarnya manusia itu mati setiap saat. Sistem tubuh kan butuh restart .  Setiap detik bisa saja henti jantung, tapi karena saking cepatnya pemulihan sel, tidak terasa kalau kita sebenarnya sedang "mati". Teman sebelah hanya mengangguk, sambil melempar senyum.  Justru yang ada dalam hatiku timbul tanya, apakah kecepatan regenerasi sel, lebih cepat dari cahaya? Entahlah.  Dari pembaruan sel, aku jadi mikir, berarti dunia dan seisinya ini melakukan daur ulang atas kehendak-Nya, yang maha segala-galanya.  Termasuk k...

Dollar oh Dollar, yuk Melunak

Nilai tukar rupiah terus terdepresiasi terhadap dolar Amerika, bahkan hari ini (03 Juni 2026) tembus hingga 17.962 per USD! Apa yang salah? Faktor geopolitik menjadi "pendukung" rupiah terus tunduk kepada dolar. Apa yang perlu dipersiapkan? Tentu ikat pinggang harus ditarik kencang, agar isi dompet tak gampang hilang. Naiknya harga dolar akan berdampak langsung pada kenaikan harga barang.  Transaksi antar negara saat ini masih sangat bergantung pada ketersediaan dolar di pasar. Masalahnya, dolar banyak beredar di negerinya sendiri, tempat dimana dolar di cetak, Amerika!  Ketika dolar menjadi barang komoditas layaknya beras, saat itu ketergantungan negara sangat tinggi, berapa pun harganya akan dibeli, karena kebutuhan.  Hukum ekonomi memang berjalan sempurna di sini, ada permintaan, ada harga yang mesti dibayar, apalagi jumlahnya terbatas.  Itulah sebabnya mengapa bank sentralnya Amrik, The Fed, menjadi sangat tenar ketika akan mengumumkan suku bunga. Alasannya satu,...

Obrolan Satu Jam yang Penuh Skakmat

Obrolan itu mengalir dengan santai. Inilah yang dimaksud kerja sambil "luruh ilmu". Bertemu dengan seseorang, dimanapun itu, bukanlah sebuah kebetulan. Bertatap muka dengan berbagai macam manusia di lapangan itu, lebih berharga, daripada perjumpaan maya yang tiada nyata.  Interaksi itu akan "hidup" apabila tema yang disampaikan tak monoton, itu-itu saja. Feedback akan ada ketika frekuensi sinyal itu seirama, bukan menggurui, tapi lebih ke berbagi.  Berbagi pun, tak melulu soal materi. Bisa informasi, bisa juga ilmu. Bertemu dengan beliau di bulan baik, Ramadan, tepatnya di akhir Februari. Kesannya sederhana, kaos oblong putih tanpa kerah, dengan sepatu sporty .  Selintas mengingatkan saya dengan salah satu keluarga nyonya di Surabaya. Mirip. Namun, kalau ditamatkan, berbeda. Anda mesti pernah merasakan hal yang sama dalam menilai wajah seseorang dalam sepersekian detik.  Perawakannya tak terlalu gempal, biasa saja. Namun itu kelebihannya, lincah dan gesit. Langkahny...

Transportasi umum itu kebutuhan, bukan pilihan!

Kalau ditanya produktif mana berangkat kerja, naik moda transportasi umum atau kendaraan pribadi? Setiap orang akan menjawab dengan sudut pandang masing-masing.  Bagi sebagian orang menggunakan moda transportasi publik lebih produktif dibanding harus menyetir sendiri. Namun mesti ada yang berpendapat, berkendara dengan  kendaraan pribadi jauh lebih produktif daripada harus "susah payah" berjibaku di halte atau terminal bus atau angkot.  Kedua jawaban itu valid dan tidak ada yang paling benar. Produktif bagi penikmat transportasi publik bisa jadi dari sisi finansial, lebih hemat. Apalagi pemerintah sedang mendorong masyarakat untuk menggunakan fasilitas itu. Kemacetan yang timbul di tengah kota besar, salah satu pemicunya, ya membludaknya kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Saat ini, Jawa Timur, sedang fokus terhadap perbaikan sarana dan prasarana transportasi umum. Pemprov Jatim bahkan aktif berupaya untuk mendorong mobilisasi masyarakatnya menggunakan Tr...

Jurus Akar Rumput: Sebuah Warisan Ilmu Penjualan yang Mulai Terlupakan

Dunia "persilatan" yang paling seru ya per- sales -an. Terutama memasarkan produk yang benar-benar fresh , alias dengan nama atau brand baru. Ibarat hubungan, entah itu pertemanan, persaudaraan atau percintaan, tak kenal maka tak sayang, lekat dengan adagium itu.  Bahasa sederhananya, "tak kenal, tak dibeli", "tak kenal, maka tak masuk keranjang", atau "tak kenal, maka harus dikenalkan". Sesederhana itu. Apalagi harus bertarung dengan brand yang sudah ada dan terkenal.  Saat ini dengan membawa brosur dan kartu nama saja tak cukup, end user atau retail akan tertarik apabila ada pembuktian. Kasih contoh dan coba lakukan demo pemakaian produk.  Apa yang harus dilakukan apabila kamu seorang marketing atau tenaga penjualan dengan anggaran terbatas? Menghitung budget tentu jadi faktor pertimbangan bagi kebanyakan perusahaan "pemula". Menariknya, tak semua ide "mahal" bisa diimplementasikan.  Perkenalan masif melalui iklan, enta...

Ular Raksasa dan Rumah Kurcaci

Pagi yang biasa saja, lalu lalang kendaraan seolah mirip air, mengalir. Kadang deras, namun tiba-tiba berhenti, bukan karena sepi, tapi terhenti karena lampu menyala merah. Jawa Timur, khususnya Surabaya, masih "lebih" patuh pada rambu lalu lintas, dibandingkan Jakarta, meskipun peluang untuk sama, masih ada.  Kalau sudah seperti itu, mobil dan motor berjajar rapi, padat. Mungkin kalau diambil gambar dari atas, kerumunan kendaraan itu mirip ular raksasa. Prinsipnya sama dengan air, akan teratur dengan sendirinya, sesuai wadahnya.  Lalu lintas akan terasa seru ketika pagi dan sore, di Bundaran Waru yang tak pernah ingkar janji. Titik temu perlintasan antar kota, gerbang masuk dan keluar Kota Pahlawan. Area tersibuk dan terpadat, karena perlambatan akibat crossing yang terjadi.  Bedanya, Surabaya tak punya bundaran semegah Jakarta, layaknya Bundaran HI. Namun, tak perlu meniru untuk sesuatu yang iconic. Biarkan saja Bundaran Waru menjadi dirinya sendiri, terlihat hijau nan...

Sales, dunia seru yang jarang orang tahu!

"Pantesan si Togog gampang banget promosinya, baru tiga tahun kerja sudah lompat beberapa tangga" "Kalau sales mah jalur cepat untuk promosi jabatan, beda dengan kita-kita. Sampe beruban pun masih di posisi yang sama" "Sales mah anak emasnya direksi, ga kaget kalau jalan-jalannya pun sampe ke luar negeri" "Mau minta apa pun, sales juaranya, karena selalu nomor satu diturutin sama manajemen" Bla.. Bla.. Bla... Masih banyak lagi curhatan karyawan kantor yang bekerja di balik meja, ghibah tentang temannya di posisi sales, apapun  levelnya. Karena aku pun pernah berada di posisi yang sama (bahkan sampe hari ini hehehe ).  Namun setelah mencoba terjun sendiri ke lapangan, menawarkan produk dari toko ke toko, dari project ke project , semuanya tak mudah. Terlebih saat ini produk yang aku tawarkan tergolong newbie. Brand belum ada, pembeli juga masih terbatas, kwalitas juga pasti masih menjadi tanda tanya bagi calon konsumen.  Namun dari pengalaman di...